Selasa, 18 Mei 2010

MEMAAFTKAN dan KESEHATAN



Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya disakiti, dikecewakan bahkan mungkin terluka. Apalagi bila terluka dengan orang yang paling dekat dengan kita. Dan kita sampai pada pilihan untuk mau memaafkan atau justru menyimpan segalanya. Saya hari-hari ini mendengar tentang hubungan antara memaafkan dengan kesehatan, ternyata sangat berpengaruh. Dan saya baru diingatkan dengan tante saya yang 2 tahun yang lalu telah meninggal. Tante saya sempat mengakui awal sakitnya dimulai ketika ia sempat marah dan menyimpan kebencian dengan suaminya. Sampai akhirnya ia menderita sakit kanker payudara. Saya kurang tau dimana hubungan secara ilmu kedokteran tapi menurut jurnal ilmiah EXPLORE (The Journal of Science and Healing), edisi Januari/Febuari 2008, Vol. 4, No. 1 menurunkan rangkuman berjudul “New Forgiveness Research Looks at it’s Effect on Others” (Penelitian Barutentang Memaafkan Mengkaji Dampaknya pada orang lain).

Telah ditemukan banyak sekali bukti bahwa sikap memaafkan itu sangat berpengaruh kepada kesehatan seseorang dan juga kepada orang yang dimaafkan. Ada perbedaan gambar otak orang yang memaafkan dan yang tidak memaafkan menurut hasil penelitian pencitraan otak seperti tomografi emisi positron dan pencitraan resonansi magnetic fungsional.

Orang yang tidak memaafkan cenderung mengalami penurunan fungsi kekebalan tubuh dan gangguan aktifitas hormon. Hal ini dikarenakan orang yang tidak memaafkan dapat disamakan dengan orang yang sedang marah dan stress sehingga yang ada adalah emosi negatif yang menutupi emosi positif.

Selain itu orang yang tidak memaafkan beresiko terkena penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi. Sikap tidak memaafkan ini ternyata memicu gangguan pada sistem kerja aliran darah otot jantung, sehingga si pendendam ini kehilangan pengendalian diri dan membuatnya menjadi lebih agresif.

Ternyata memaafkan adalah obat sederhana yang mampu mengobati banyak penyakit dan menjadikan kita pribadi yang lebih sehat lahir dan batin. Semuanya kembali kepada keputusan kita apakah mau memaafkan atau tidak. Tetapi daripada menyimpan kesalahan orang lain yang akhirnya berbuah dampak buruk terhadap kesehatan kita adalah lebih baik untuk kita memaafkan. Toh semua orang pasti pernah melakukan kesalahan begitupun juga dengan kita…. ^^

Sumber: jawaban.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar