Minggu, 03 Januari 2010

Lebih Cepat Lebih Baik!

Jauh sebelum Jusuf Kalla mengemuka dalam perpolitikan Indonesia,yah jauh sebelum ia menjadi menteri,menko,dan menjabat sebagai wakil presiden, papa saya sudah terlebih dahulu mengenalnya…yaitu sebagai bos di bengkelnya.

Papa saya adalah seorang campuran Tionghoa Canton – Toraja miskin yang tinggal di dalam gang sempit di Makassar dan tidak punya masa depan yang jelas saat itu terbantu ketika ia diterima di bengkel milik Haji Kalla (orang tua Jusuf Kalla).

Dari bengkel Haji Kalla itulah bapak saya mulai mempelajari sedikit demi sedikit tentang dunia otomotif yang kemudian akan menjadi bekalnya dalam perantauannya di Tanah Papua nantinya pada tahun 1979.

Setelah bekerja hampir 2tahun dan bahkan menjadi tangan kanan dari kepala bengkel maka gairah petualang papa pun mulai tampil, tergoda dengan gaji besar dan berbagai bonus dari bengkel saingan Haji Kalla pun semakin menggoda membuat papa akhirnya memilih resign dari Bengkel Haji Kalla demi mengejar gaji dan bonus yang lebih besar itu.

Namun apa yang terjadi?cuma mimpi yang papa terima karena tidak ada pelayanan yang lebih bagus ketimbang di bengkel Haji Kalla dan jam kerja pun lebih padat di bengkel yang baru,hal ini membuat papa menyesali tindakannya dan ingin kembali ke bengkel Haji Kalla.

Saat itu tongkat kepemimpinan bengkel Haji Kalla sudah beralih dari Haji Kalla ke tangan anak sulungnya Jusuf Kalla yang saat itu masih muda dan cukup tegas serta ambisius untuk membesarkan bengkel warisan milik sang ayah tersebut.

Papa pun segera resign dari bengkelnya yang baru saja ia masuki untuk kembali melamar ke bengkel milik Jusuf Kalla tersebut, ia pun naik ke lantai dua untuk langsung bertemu dengan Jusuf Kalla sang pemilik bengkel.

“Anda,saudara Octo dulu telah keluar dari sini dan sekarang ingin kembali untuk bekerja di sini?” tanya Jusuf Kalla.

“Iya bos,anak ini tangan kanan saya bos..kerjanya juga bagus” demikian jawaban kepala bengkel yang ikut menemani papa saat itu..

“Saudara Octo,ada peraturan di bengkel ini di mana karyawan yang telah keluar tidak boleh masuk kembali ke sini walaupun ia tidak pernah melakukan tindakan yang salah,selama ia telah keluar dari sini maka ia tidak akan bisa kembali bekerja di sini.” Kata Jusuf Kalla dengan tegas dan lugas.

“Tolonglah bos,ia keluar bukan karena ada masalah dengan bengkel ini,ia keluar hanya untuk mencoba peruntungan di bengkel lain,sekarang ia telah sadar dan ia ingin kembali ke sini,saya suka ia membantu saya..” Sang kepala bengkel mencob untuk membela.

“Jawaban saya sudah final,saudara Octo keluar dari sini dan tidak bisa kembali lagi untuk bekerja di sini.” kata Jusuf Kalla tegas.

Papa tertunduk lemas dan melangkah keluar dari ruangan kerja Jusuf Kalla.Beberapa bulan kemudian maka ia pun merantau ke Sorong Papua dan menetap di Sorong hingga saat ini sudah mencapai 30tahun pada tahun ini.

Saat papa merenung kembali,andai ia diterima kerja kembali maka masa depannya tidak akan lebih baik dari saat ini yang mana ia pasti masih tinggal di gang sempit di tengah padatnya kota Makassar dan tetap menjadi orang gajian di bengkelnya Jusuf Kalla itu. Sementara, karena perantauannya ke Sorong Papua, ia pun bisa bertemu dengan mama dan bisa membuka usaha bengkel sendiri yang cukup sukses.

Jusuf Kalla seorang yang tegas,lugas memang sudah terbukti pada Papa saya sendiri. Jadi, Lebih Cepat Lebih Baik =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar